Jumat, 16 Maret 2012

bank dan perbankan


Pengertian Bank
Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fungsi untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan.
Dari definisi bank di atas dapat ditarik kesimpulan, yaitu bank merupakan suatu lembaga dimana kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, maupun giro, dan menyalurkan dana simpanan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk kredit maupun bentuk-bentuk lainnya.

Klasifikasi bank
 Klasifikasi bank berdasarkan fungsi yaitu:
·         Melaksanakan kebijakan moneter dan keuangan.
·         Memberi nasehat pada pemerintah untuk soal-soal moneter dan keuangan;
·         Melakukan pengawasan, pembinaan,dan pengaturan perbankan;
·         Sebagai banker’s bank atau lender of last resort;
·         Memelihara stabilitas moneter;
·         Melancarkan pembiayaan pembangunan ekonomi;
·         Mendorong pengembangan perbankan dan sistem keuangan yang sehat.

Klasifikasi bank berdasarkan kepemilikan
# Bank Milik Negara
Adalah bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Tahun 1999, lahir bank pemerintah yang baru yaitu Bank Mandiri, yang merupakan hasil merger atau penggabungan bank-bank pemerintah yang ada sebelumnya.
# Bank Pemerintah Daerah
Adalah bank yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Bank milik Pemerintah Daerah yang umum dikenal adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang didirikan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1962. Masing-masing Pemerintah Daerah telah memiliki BPD sendiri.
# Bank Swasta Nasional
Setelah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan deregulasi pada bulan Oktober 1988 (Pakto 1988), muncul ratusan bank-bank umum swasta nasional yang baru. Namun demikian, bank-bank baru tersebut pada akhirnya banyak yang dilikuidasi oleh pemerintah. Bentuk hukum bank umum swasta nasional adalah Perseroan Terbatas (PT), termasuk di dalamnya Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN), yang telah merubah bentuk hukumnya menjadi PT tahun 1993.
# Bank Swasta Asing
Adalah bank-bank umum swasta yang merupakan perwakilan (kantor cabang) bank-bank induknya di negara asalnya.
 # Bank Umum Campuran
Bank campuran (joint venture bank) adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh warga negara dan atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh warga negara Indonesia, dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.

 Klasifikasi bank berdasarkan segi penyediaan jasa
# Bank Devisa
Bank devisa (foreign exchange bank) adalah bank yang dalam kegiatan usahanya dapat melakukan transaksi dalam valuta asing, baik dalam hal penghimpunan dan penyaluran dana, serta dalam pemberian jasa-jasa keuangan. Dengan demikian, bank devisa dapat melayani secara langsung transaksi-transaksi dalam skala internasional.



# Bank Non Devisa
Bank umum yang masih berstatus non devisa hanya dapat melayani transaki-transaksi di dalam negeri (domestik). Bank umum non devisa dapat meningkatkan statusnya menjadi bank devisa setelah memenuhi ketentuan-ketentuan antara lain: volume usaha minimal mencapai jumlah tertentu, tingkat kesehatan, dan kemampuannya dalam memobilisasi dana, serta memiliki tenaga kerja yang berpengalaman dalam valuta asing.

Industri perbankan adalah industri yang sangat bertumpu kepada kepercayaan masyarakat (fiduciary financial institution).    
    Sifat khusus industri perbankan, ada dua yaitu :
# Sebagai salah satu sub-sistem industri jasa keuangan.
# Kepercayaan masyarakat (fiduciary financial institution) adalah segala-galanya bagi bank. Begitu masyarakat tidak percaya pada bank, bank akan menghadapi “rush” dan akhirnya koleps.
bisnis perbankan adalah bisnis yang secara langsung bersentuhan dengan uang. Jadi tidak heran hal itu akan memancing tindakan kejahatan dari berbagai pihak untuk menyelewengkan uang bank demi kepentingan pribadi (moral hazard). Maka sangat beralasan jika pengawasan Dari beberapa sifat tersebut, bank merupakan perantara antara mereka yang kelebihan dana dan disimpan (deposan) dan mereka yang membutuhkan dana (debitur), jadi hakikatnya bank tidak mengelola modal atau uangnya sendiri. Karena itu dalam industri perbankan berlaku ketentuan universal yang mengacu pada standard Bank for International Settlement (BIS) yaitu rasio kecukupan modal sendiri terhadap total modal atau lazim dikenal dengan aipital adequacy ratio (CAR) minimum 8 %, yang kemudian secara bertahap wajib ditingkatkan menjadi 10% dan 12%.

Fungsi Bank
1. Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana. maka bank memiliki beberapa sumber ,secara garis besar ada tiga sumber yaitu:
·        Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
·         Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
·         Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam) dan memenuhi persyaratan.
2. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
3. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.

Peranan Bank
Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu :

1. Pengalihan Aset (asset transmutation)
Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).


2. Transaksi (transaction)
Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

3. Likuiditas (liquidity)
Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas.

4. Efisiensi (efficiency)
Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris (asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.

PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS KEUANGAN
Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan yaitu:
1. Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka.
2.  Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan.  
3. Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
4. Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan.
5.  Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yang bersifat sistemik.
Deregulasi perbankan adalah keadaan dimana terjadinya perubahan peraturan dalam perbankan, khususnya di Indonesia. Hal ini terjadi karena belum tangguhnya keadaan perbankan Indonesia, disebabkan perbankan Indonesia adalah warisan dari negara penjajah di Indonesia sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mengelola perbankan dengan baik dan Indonesia memang tidak didasari untuk belajar dari negara-negara lain yang sudah lebih lama mengatur soal bank.
Sumber :

http://www.scribd.com/doc/13240391/Hukum-Perbankan-1-Pengertian-BankNindyo-Pramono
http://www.tempo.co.id/ang/min/01/52/utama3.htm

Selasa, 08 November 2011

tugas softskill SIA ke 2

SYLVIA HARNITA
32109175
3DB21


No Tanggal Keterangan D K
1 13/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Beli pulsa Rp11.000
Bayar pulsa Rp11.000
Beli makan Rp20.000
Bayar makan Rp20.000
Beli minum Rp3.000
Bayar minum Rp3.000
2 14/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Beli makan Rp15.000
Bayar makan Rp15.000
Beli minum Rp3.000
Bayar minum Rp3.000
Naik angkot Rp3.000
Bayar angkot Rp3.000
Naik angkot Rp3.500
Bayar angkot Rp3.500
3 15/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Naik angkot Rp3.000
Bayar angkot Rp3.000
Naik angkot Rp3.500
Bayar angkot Rp3.500
Uang arisan Rp22.500
Bayar uang arisan Rp22.500
Beli makan Rp10.000
Bayar makan Rp10.000
Beli minum Rp3.000
Bayar minum Rp3.000
4 16/10/2011 belanja baju Rp80.000
bayar baju Rp80.000
belanja baju Rp85.000
bayar baju Rp85.000
Belanja sepatu Rp125.000
Belanja sepatu Rp125.000
5 17/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Beli makan Rp12.000
Bayar makan Rp12.000
Beli minum Rp2.500
Bayar minum Rp2.500
Tabungan kelas Rp100.000
Bayar tabungan kelas Rp100.000
6 18/10/2011 Belanja Sendal Rp99.000
Bayar sendal Rp99.000
beli makan Rp23.000
Bayar makan Rp23.000
beli bensin Rp10.000
bayar bensin Rp10.000
7 19/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
beli makan Rp11.000
Bayar makan Rp11.000
beli pulsa Rp11.000
Bayar pulsa Rp11.000
8 20/10/2011 Beli makan Rp8.000
Bayar makan Rp8.000
Belanja kosmetik Rp35.000
Bayar kosmetik Rp35.000
9 21/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Beli makan Rp10.000
Bayar makan Rp10.000
Beli minum Rp5.000
Bayar minum Rp5.000
Perawatan ke salon Rp100.000
Bayar salon Rp100.000
10 22/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Beli makan Rp13.000
Bayar makan Rp13.000
Beli minum Rp2.500
Bayar minum Rp2.500
Uang arisan Rp22.500
Bayar uang arisan Rp22.500
11 23/10/2011 Beli snack Rp10.000
Bayar snack Rp10.000
12 24/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Beli pulsa Rp11.000
Bayar pulsa Rp11.000
Beli makan Rp10.000
Bayar makan Rp10.000
Beli minum Rp5.000
Bayar minum Rp5.000
13 25/10/2011 Perawatan ke salon Rp80.000
Bayar salon Rp80.000
Belanja sendal Rp70.000
Bayar sendal Rp70.000
14 26/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
beli bensin Rp10.000
bayar bensin Rp10.000
Beli makan Rp10.000
Bayar makan Rp10.000
15 27/10/2011 Beli makan Rp12.000
Bayar makan Rp12.000
Beli snack Rp5.000
Bayar snack Rp5.000
17 28/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Naik angkot Rp3.000
Bayar angkot Rp3.000
Beli makan Rp8.000
Bayar makan Rp8.000
Beli minum Rp3.000
Bayar minum Rp3.000
18 29/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Beli makan Rp8.000
Bayar makan Rp8.000
Beli minum Rp3.000
Bayar minum Rp3.000
Uang arisan Rp22.500
Bayar uang arisan Rp22.500
19 31/10/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Naik angkot Rp3.000
Bayar angkot Rp3.000
Naik angkot Rp3.500
Bayar angkot Rp3.500
Beli makan Rp10.000
bayar makan Rp10.000
Beli minum Rp2.500
Bayar minum Rp2.500
20 01/11/2011 Ujian mandiri Rp40.000
Bayar ujian mandiri Rp40.000
beli makan Rp13.000
Bayar makan Rp13.000
21 02/11/2011 beli pulsa Rp11.000
Bayar pulsa Rp11.000
22 04/11/2011 beli pulsa Rp11.000
Bayar pulsa Rp11.000
Beli makan Rp10.000
Beli minum Rp10.000
23 05/11/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Naik angkot Rp3.000
Bayar angkot Rp3.000
Naik angkot Rp3.500
Bayar angkot Rp3.500
beli makan Rp7.000
Bayar makan Rp7.000
Beli minum Rp3.000
bayar minum Rp3.000
Uang arisan Rp22.500
Bayar uang arisan Rp22.500
24 06/11/2011 Perawatan ke salon Rp95.000
Bayar salon Rp95.000
beli makan Rp20.000
Bayar makan Rp20.000
Beli minum Rp7.000
Bayar minum Rp7.000
25 07/11/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
Beli makan Rp10.000
Bayar makan Rp10.000
Beli minum Rp3.000
Bayar minum Rp3.000
Beli pulsa Rp6.000
Bayar pulsa Rp6.000
Beli makan Rp7.000
Bayar makan Rp7.000
Beli minum Rp3.000
Bayar minum Rp3.000
26 08/11/2011 Uang jajan Rp50.000
Uang bekal kuliah dari orang tua Rp50.000
beli makan Rp15.000
Bayar makan Rp15.000
beli snack Rp15.000
Bayar snack Rp15.000
Rp1.304.000 Rp1.304.000





Buku besar



Uang jajan


No Tanggal D K
1 13/10/2011 Rp50.000
2 14/10/2011 Rp50.000
3 15/10/2011 Rp50.000
4 17/10/2011 Rp50.000
5 19/10/2011 Rp50.000
6 21/10/2011 Rp50.000
7 22/10/2011 Rp50.000
8 24/10/2011 Rp50.000
9 26/10/2011 Rp50.000
10 28/10/2011 Rp50.000
11 29/10/2011 Rp50.000
12 31/10/2011 Rp50.000
13 05/11/2011 Rp50.000
14 07/11/2011 Rp50.000
15 08/11/2011 Rp50.000
total Rp750.000





uang bekal kuliah dari orang tua

No Tanggal D K
1 13/10/2011 Rp50.000
2 14/10/2011 Rp50.000
3 15/10/2011 Rp50.000
4 17/10/2011 Rp50.000
5 19/10/2011 Rp50.000
6 21/10/2011 Rp50.000
7 22/10/2011 Rp50.000
8 24/10/2011 Rp50.000
9 26/10/2011 Rp50.000
10 28/10/2011 Rp50.000
11 29/10/2011 Rp50.000
12 31/10/2011 Rp50.000
13 05/11/2011 Rp50.000
14 07/11/2011 Rp50.000
15 08/11/2011 Rp50.000
total Rp750.000





Beli pulsa


No Tanggal D K
1 13/10/2011 Rp11.000
2 19/10/2011 Rp11.000
3 24/10/2011 Rp11.000
4 04/11/2011 Rp11.000
5 07/11/2011 Rp6.000
total Rp50.000





Bayar pulsa


No Tanggal D K
1 13/10/2011 Rp11.000
2 19/10/2011 Rp11.000
3 24/10/2011 Rp11.000
4 04/11/2011 Rp11.000
5 07/11/2011 Rp6.000
total Rp50.000





Beli makan


No Tanggal D K
1 13/10/2011 Rp11.000
2 14/10/2011 Rp15.000
3 15/10/2011 Rp10.000
4 17/10/2011 Rp12.000
5 18/10/2011 Rp23.000
6 19/10/2011 Rp11.000
7 20/10/2011 Rp8.000
8 21/10/2011 Rp10.000
9 22/10/2011 Rp13.000
10 24/10/2011 Rp10.000
11 26/10/2011 Rp10.000
12 27/10/2011 Rp12.000
13 28/10/2011 Rp8.000
14 29/10/2011 Rp8.000
15 31/10/2011 Rp10.000
16 01/11/2011 Rp13.000
17 04/11/2011 Rp10.000
18 05/11/2011 Rp7.000
19 06/11/2011 Rp20.000
20 07/11/2011 Rp10.000
21 07/11/2011 Rp7.000
22 08/11/2011 Rp15.000
total Rp253.000





Bayar makan


No Tanggal D K
1 13/10/2011 Rp11.000
2 14/10/2011 Rp15.000
3 15/10/2011 Rp10.000
4 17/10/2011 Rp12.000
5 18/10/2011 Rp23.000
6 19/10/2011 Rp11.000
7 20/10/2011 Rp8.000
8 21/10/2011 Rp10.000
9 22/10/2011 Rp13.000
10 24/10/2011 Rp10.000
11 26/10/2011 Rp10.000
12 27/10/2011 Rp12.000
13 28/10/2011 Rp8.000
14 29/10/2011 Rp8.000
15 31/10/2011 Rp10.000
16 01/11/2011 Rp13.000
17 04/11/2011 Rp10.000
18 05/11/2011 Rp7.000
19 06/11/2011 Rp20.000
20 07/11/2011 Rp10.000
21 07/11/2011 Rp7.000
22 08/11/2011 Rp15.000
total Rp253.000





Beli minum


No Tanggal D K
1 13/10/2011 Rp3.000
2 14/10/2011 Rp3.000
3 15/10/2011 Rp3.000
4 17/10/2011 Rp2.500
5 21/10/2011 Rp5.000
6 22/10/2011 Rp2.500
7 24/10/2011 Rp5.000
8 28/10/2011 Rp3.000
9 29/10/2011 Rp3.000
10 31/10/2011 Rp2.500
11 05/11/2011 Rp3.000
12 06/11/2011 Rp7.000
13 07/11/2011 Rp3.000
14 07/11/2011 Rp3.000
Rp48.500





Bayar minum


No Tanggal D K
1 13/10/2011 Rp3.000
2 14/10/2011 Rp3.000
3 15/10/2011 Rp3.000
4 17/10/2011 Rp2.500
5 21/10/2011 Rp5.000
6 22/10/2011 Rp2.500
7 24/10/2011 Rp5.000
8 28/10/2011 Rp3.000
9 29/10/2011 Rp3.000
10 31/10/2011 Rp2.500
11 05/11/2011 Rp3.000
12 06/11/2011 Rp7.000
13 07/11/2011 Rp3.000
14 07/11/2011 Rp3.000
Rp48.500





Naik angkot


No Tanggal D K
1 14/10/2011 Rp3.000
2 14/10/2011 Rp3.500
3 15/10/2011 Rp3.000
4 15/10/2011 Rp3.500
5 31/10/2011 Rp3.000
6 31/10/2011 Rp3.500
Rp19.500





Bayar angkot


No Tanggal D K
1 14/10/2011 Rp3.000
2 14/10/2011 Rp3.500
3 15/10/2011 Rp3.000
4 15/10/2011 Rp3.500
5 31/10/2011 Rp3.000
6 31/10/2011 Rp3.500
Rp19.500





Belanja


No Tanggal D K
1 16/10/2011 Rp80.000
2 16/10/2011 Rp85.000
3 16/10/2011 Rp125.000
4 18/10/2011 Rp99.000
5 20/10/2011 Rp35.000
6 25/10/2011 Rp75.000
Rp499.000





Bayar belanja


No Tanggal D K
1 16/10/2011 Rp80.000
2 16/10/2011 Rp85.000
3 16/10/2011 Rp125.000
4 18/10/2011 Rp99.000
5 20/10/2011 Rp35.000
6 25/10/2011 Rp75.000
Rp499.000





Perawatan ke salon


No Tanggal D K
1 21/10/2011 Rp100.000
2 24/10/2011 Rp95.000
Rp195.000





Bayar salon


No Tanggal D K
1 21/10/2011 Rp100.000
2 24/10/2011 Rp95.000
Rp195.000





Beli snack


No Tanggal D K
1 23/10/2011 Rp10.000
2 27/10/2011 Rp5.000
3 08/11/2011 Rp15.000
Rp30.000





Bayar snack


No Tanggal D K
1 23/10/2011 Rp10.000
2 27/10/2011 Rp5.000
3 08/11/2011 Rp15.000
Rp30.000





Uang arisan


No Tanggal D K
1 15/10/2011 Rp33.500
2 22/10/2011 Rp33.500
3 29/10/2011 Rp33.500
4 05/11/2011 Rp33.500
Rp134.000





Bayar uang arisan


No Tanggal D K
1 15/10/2011 Rp33.500
2 22/10/2011 Rp33.500
3 29/10/2011 Rp33.500
4 05/11/2011 Rp33.500
Rp134.000










No Keterangan D K
Uang jajan Rp75.000
beli pulsa Rp50.000
beli makan Rp253.000
beli minum Rp48.500
naik angkot Rp19.500
belanja Rp499.000
perawatan ke salon  Rp195.000
beli snack Rp30.000
uang arisan Rp134.000
uang bekal kuliah dari orang tua Rp75.000
bayar pulsa Rp50.000
bayar makan Rp253.000
bayar minum Rp48.500
bayar angkot Rp19.500
bayar belanja Rp499.000
bayar salon Rp195.000
bayar snack Rp30.000
bayar arisan Rp134.000
Total Rp1.304.000 Rp1.304.000